H. Barkah Setiawan: Cimahi Butuh Sinergi Atasi Pengangguran dan Lingkungan
CIMAHI-TABLOID CERDAS- Berbagai program pembangunan terus dilaksanakan Pemerintah Kota Cimahi untuk menata kota dan meningkatkan kesejahteraan warga. Upaya itu dilakukan lewat rencana pemerintah sendiri maupun kolaborasi pentahelix bersama swasta dan lembaga lain.
Di tengah upaya tersebut, Anggota DPRD Kota Cimahi H. Barkah Setiawan mempertanyakan peran Asosiasi Pengusaha Indonesia Apindo Cimahi. Ia menilai Apindo belum melibatkan diri secara nyata dalam pembangunan, sementara anggotanya menjalankan bisnis dengan memanfaatkan potensi Kota Cimahi.
“Sayangnya belum melihat gerakan Apindo yang greget terhadap pembangunan kota Cimahi,” kata Barkah. Padahal Pemkot sedang membangun 10.000 sumber daya manusia siap kerja melalui pelatihan berbasis kompetensi yang butuh dukungan dunia usaha," ucapnya, Minggu (12/04/2026) saat di temui.
Menurut Barkah, Apindo seharusnya bersinergi dengan Dinas Tenaga Kerja agar kebutuhan tenaga kerja perusahaan terpetakan dan lulusan pelatihan terserap.
"Dengan begitu terbangun simbiosis mutualisme yang menguntungkan pemerintah, pengusaha, dan masyarakat.
Barkah mengungkapkan jumlah perusahaan di Cimahi melebihi jumlah RW. Jika sinergi berjalan, warga di setiap RW bisa ikut menjaga perusahaan.
"Sebaliknya, perusahaan wajib memberi kontribusi balik kepada pemerintah dan masyarakat sekitar, termasuk lewat CSR dan perhatian pada lingkungan," tutur Barkah.
Isu lingkungan juga jadi catatan Barkah. Ia menyebut perusahaan membuang limbah yang berdampak ke masyarakat. “Jujur tidak jujur, mereka membuang limbah, membuang kotoran dan sebagainya, ini kan dampaknya ke masyarakat.
"Apindo ada CSR? Saya tidak tahu, sebesar apa CSR itu digunakan untuk masyarakat? Saya juga tidak tahu,” tegas Barkah.
Selain lingkungan, Apindo didorong berkontribusi pada pembinaan prestasi warga seperti olahraga. Dukungan bisa lewat kompetisi atau turnamen resmi.
"Soal tenaga kerja, Barkah menyebut serapan perusahaan masih minim dan didominasi warga non-Cimahi, padahal angka pengangguran Cimahi tertinggi kedua di Jabar setelah Indramayu," imbuhnya.
Barkah menegaskan Cimahi sebagai kota kecil harus ditata bersama, termasuk tata ruang kawasan industri di wilayah selatan. Ia ingin ada kesadaran dari eksekutif dan Apindo untuk komunikasi intens.
”Semuanya harus simbiosis, harus saling menguntungkan, saling menitipkan diri,” tutupnya. (**)



Posting Komentar