Pemkot Bandung Siagakan Distribusi Air Bersih Hadapi Dampak Musim Kemarau
Bandung -TABLOID CERDAS- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi meski dampak musim kemarau mulai dirasakan di sejumlah wilayah. Hingga akhir Juli 2026, pemerintah belum menetapkan status darurat kekeringan karena pasokan air masih dapat diatasi melalui distribusi air bersih secara rutin.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan beberapa kawasan di wilayah timur dan utara Kota Bandung, seperti Ujungberung dan Cibiru, mulai mengalami penurunan ketersediaan air. Namun kondisi tersebut masih dapat ditangani dengan pengiriman air bersih menggunakan armada tangki.
Menurutnya, distribusi air dilakukan hampir setiap hari ke wilayah yang membutuhkan sehingga kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Pemkot Bandung juga memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak dalam menjaga ketahanan pasokan air. Selain memanfaatkan armada Perumda Tirtawening, pemerintah mendapat dukungan dari TNI serta berbagai penyedia sumber air bersih lainnya guna mempercepat pelayanan kepada warga selama musim kemarau.
Di sisi lain, Farhan menyampaikan proses pengisian jajaran direksi Perumda Tirtawening saat ini masih menunggu persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri. Seluruh tahapan dilakukan sesuai ketentuan agar proses berjalan transparan dan profesional.
Selain fokus pada penanganan potensi kekeringan, Pemkot Bandung juga terus mendorong peningkatan Indeks Ruang Terbuka Hijau Biru (RTHB) sebagai bagian dari upaya memperbaiki kualitas lingkungan perkotaan. Penilaian indeks tersebut mencakup luas ruang hijau, vegetasi, keberadaan sumber air, hingga kualitas udara.
Pemkot mengakui kualitas udara masih menjadi tantangan yang harus dibenahi, terutama akibat tingginya emisi kendaraan bermotor. Oleh karena itu, peningkatan kualitas lingkungan menjadi salah satu prioritas pembangunan Kota Bandung ke depan.*( Imas )



Posting Komentar