eBay
“Program Sibesti ini dikhususkan bagi masyarakat kurang mampu, sehingga dapat membantu mengurangi beban mereka,” ujarnya kepada awak media saat membuka kegiatan.
Meski harga kebutuhan pokok di Cimahi relatif stabil dan tidak mengalami lonjakan signifikan, Ngatiyana memastikan program ini tetap digelar demi menjaga stabilitas ekonomi warga kecil. Ia berharap Sibesti dapat terus berlanjut dan bahkan diperluas cakupannya.
“Untuk saat ini Sibesti hanya menyediakan minyak goreng dengan harga di bawah HET dan beras saja. Semoga ke depan ada tambahan bahan pokok lainnya,” tambahnya.
Kepala Disdagkoperin Kota Cimahi, Hella Haerani, menjelaskan bahwa Sibesti merupakan program rutin yang dilaksanakan serentak di seluruh kelurahan. Dalam penyediaan beras, pihaknya bekerja sama dengan Perum Bulog.
“Jumlah beras yang disalurkan bergantung dari permintaan masyarakat di setiap kelurahan. Bulog menyediakan, dan yang menentukan penerima manfaat adalah pihak wilayah,” tegas Hella.
Melalui program ini, setiap penerima manfaat dapat menebus lima kilogram beras dan dua liter minyak goreng dengan harga Rp86.400—lebih murah dibanding harga pasaran.
Hella pun berharap pada periode berikutnya tersedia tambahan komoditas lain seperti terigu, menyesuaikan dengan ketersediaan stok dari Bulog. “Mudah-mudahan ada tambahan. Tapi untuk beras, masih rutin tersedia,” pungkasnya.
Program Sibesti menjadi salah satu langkah konkret Pemkot Cimahi dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat sekaligus memastikan bantuan tepat sasaran bagi warga yang membutuhkan. (***)
Sibesti Kembali Hadir, 8.000 Warga Cimahi Tebus Beras dan Minyak di Bawah Harga Pasar
CIMAHI –TABLOID CERDAS- Pemerintah Kota Cimahi kembali menggulirkan Program Siapkan Beras untuk Masyarakat Cimahi (Sibesti) sebagai upaya menjaga daya beli warga kurang mampu. Program yang dilaksanakan melalui Dinas Perdagangan Koperasi dan Perindustrian Kota Cimahi ini resmi dibuka pada (27/2/2026) dan menyasar sekitar 8.000 penerima manfaat di 15 kelurahan se-Kota Cimahi.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan bahwa Sibesti bukan program untuk seluruh lapisan masyarakat, melainkan difokuskan bagi warga yang benar-benar membutuhkan.
“Program Sibesti ini dikhususkan bagi masyarakat kurang mampu, sehingga dapat membantu mengurangi beban mereka,” ujarnya kepada awak media saat membuka kegiatan.
Meski harga kebutuhan pokok di Cimahi relatif stabil dan tidak mengalami lonjakan signifikan, Ngatiyana memastikan program ini tetap digelar demi menjaga stabilitas ekonomi warga kecil. Ia berharap Sibesti dapat terus berlanjut dan bahkan diperluas cakupannya.
“Untuk saat ini Sibesti hanya menyediakan minyak goreng dengan harga di bawah HET dan beras saja. Semoga ke depan ada tambahan bahan pokok lainnya,” tambahnya.
Kepala Disdagkoperin Kota Cimahi, Hella Haerani, menjelaskan bahwa Sibesti merupakan program rutin yang dilaksanakan serentak di seluruh kelurahan. Dalam penyediaan beras, pihaknya bekerja sama dengan Perum Bulog.
“Jumlah beras yang disalurkan bergantung dari permintaan masyarakat di setiap kelurahan. Bulog menyediakan, dan yang menentukan penerima manfaat adalah pihak wilayah,” tegas Hella.
Melalui program ini, setiap penerima manfaat dapat menebus lima kilogram beras dan dua liter minyak goreng dengan harga Rp86.400—lebih murah dibanding harga pasaran.
Hella pun berharap pada periode berikutnya tersedia tambahan komoditas lain seperti terigu, menyesuaikan dengan ketersediaan stok dari Bulog. “Mudah-mudahan ada tambahan. Tapi untuk beras, masih rutin tersedia,” pungkasnya.
Program Sibesti menjadi salah satu langkah konkret Pemkot Cimahi dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat sekaligus memastikan bantuan tepat sasaran bagi warga yang membutuhkan. (***)
Via
eBay



Posting Komentar