Menteri LH: Ekowisata Harus Memuliakan Lingkungan
KBB -TABLOID CERDAS- Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat menegaskan, pengembangan pariwisata harus berjalan seiring dengan perlindungan dan pemulihan lingkungan.
Hal itu disampaikan Jumhur saat mengunjungi kawasan Ekowisata Dusun Bambu, Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Selasa (29/9/2026). Ia didampingi Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail dan jajaran Forkopimda.
Jumhur mengatakan, pemerintah mendorong eco tourism sebagai kegiatan ekonomi yang tidak hanya menghasilkan manfaat finansial, tetapi juga menjaga kelestarian alam. Konsep ekonomi sirkular dan pemanfaatan keanekaragaman hayati, menurutnya, menjadi bagian penting dari pengembangan tersebut.
“Berbisnis harus memuliakan lingkungan. Dengan menjaga lingkungan, masyarakat justru akan semakin membutuhkan dan mencintai kawasan tersebut,” ujar Jumhur.
Ia juga menegaskan, kemudahan pengembangan ekowisata harus tetap disertai kepatuhan terhadap seluruh aturan lingkungan. Pemerintah, kata dia, akan terus melakukan pengawasan terhadap kegiatan yang berpotensi merusak alam.
Dalam kesempatan itu, Jumhur menyoroti persoalan eceng gondok di salah satu waduk. Ia meminta pihak yang memperoleh manfaat ekonomi dari waduk turut bertanggung jawab dalam penanganannya.
Jumhur juga melakukan penanaman pohon keras secara simbolis di kawasan Dusun Bambu yang sebelumnya berpotensi mengalami erosi. Ia menyebut langkah tersebut sebagai contoh bahwa kegiatan ekonomi dapat berjalan bersamaan dengan pemulihan lingkungan.
Penegakan hukum lingkungan pun terus dilakukan. Data terbaru yang disampaikan pemerintah menunjukkan 68 perusahaan pemilik konsesi telah disegel terkait dugaan kelalaian atau pembiaran yang memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatera.
“Pemerintah terus melakukan pengawasan dan pemulihan. Kita ingin membangun dengan cara yang berbeda, yakni membangun sambil membina lingkungan,” kata Jumhur.
Sementara itu, perwakilan Eiger, Roni, berharap kawasan wisata berbasis alam dapat menjadi ruang edukasi bagi generasi muda untuk lebih dekat dan peduli terhadap lingkungan.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari penguatan kolaborasi pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat dalam membangun pariwisata yang memberi manfaat ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan alam.***




Posting Komentar