120 Ibu-Ibu Digembleng Jadi Juru Masak Profesional, Reses Juniarso Ridwan Berbuah Keterampilan Siap Jadi Penghasilan
Tabloid Cerdas. BANDUNG — Reses anggota DPRD Kota Bandung, Dr. Ir. H. Juniarso Ridwan, S.H., M.H., M.Si., di LPP Ariyanti, Senin (21/9/2026), dikemas dalam pelatihan catering selama 10 hari yang diikuti 120 ibu-ibu dari wilayah daerah pemilihan (Dapil) 7.
Kegiatan yang berlangsung di gedung LPP Ariyanti tersebut merupakan bagian dari program Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja Tahun 2026 Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung.
Bagi peserta, kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda reses. Mereka mendapatkan keterampilan praktis bidang tata boga yang diharapkan dapat diterapkan untuk memasuki dunia kerja maupun membuka usaha catering secara mandiri.
Juniarso Ridwan sendiri merupakan anggota DPRD Kota Bandung dari Partai Golkar yang terpilih dari Dapil 7 pada Pemilu 2024 dengan perolehan 22.129 suara sah. Data KPU Kota Bandung mencatat Dapil 7 memiliki alokasi delapan kursi.
Dari aspirasi menjadi keterampilan
Pelaksanaan pelatihan di LPP Ariyanti melibatkan instruktur yang memiliki kompetensi di bidang tata boga. Peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik pengolahan berbagai hidangan catering.
Direktur LPP Ariyanti, Ishviastuti Oskar, S.E., menjelaskan bahwa pihaknya memiliki kewenangan dalam penyediaan tempat dan instruktur, termasuk memastikan instruktur memenuhi persyaratan teknis dan memiliki metodologi pembelajaran.
"Kewenangan kami menyediakan tempatnya, mempersiapkan instruktur yang tentunya memiliki spesifikasi persyaratan. Teknisnya harus punya metodologinya harus punya dan bahan habis pakai. Kalau yang lainnya event organizer yang menangani," ujar Ishviastuti, didampingi Manager Operasional LPP Ariyanti Rd. Hendra Sukmana, A.Md., serta Marketing Komunikasi Rd. Muhamad Maulirizky, S.Ikom.
Menurut pihak LPP Ariyanti, pola pelatihan tersebut dirancang agar keterampilan yang diperoleh peserta dapat langsung diaplikasikan setelah pelatihan selesai.
Hal itu menjadi penting karena keterampilan memasak dan pengolahan makanan relatif mudah dikembangkan menjadi usaha rumahan, katering, maupun peluang kerja di sektor jasa boga.
Juniarso cicipi hasil masakan peserta
Dalam kegiatan tersebut, Juniarso juga mencicipi hidangan yang dibuat peserta selama proses pelatihan.
Menurut keterangan pihak LPP Ariyanti, Juniarso memberikan apresiasi terhadap hasil masakan peserta dan mendorong mereka menentukan pilihan setelah mengikuti pelatihan, apakah akan bekerja atau mengembangkan keterampilan tersebut menjadi usaha.
Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai salah satu aspek penting ketika keterampilan memasak mulai dikembangkan menjadi kegiatan usaha.
Pesan tersebut membuat pelatihan tidak berhenti pada kemampuan membuat makanan, tetapi diarahkan pula pada pemanfaatan keterampilan untuk memperoleh penghasilan.
"Pelatihan sekarang bisa menjadi bekal untuk mereka dalam menghasilkan uang, jadi tidak terlalu sulit dalam mengaplikasikan hasil pelatihan," demikian disampaikan pihak LPP Ariyanti.
LPP Ariyanti, lembaga pendidikan yang bertahan lebih dari setengah abad
Dipilihnya LPP Ariyanti sebagai tempat pelatihan juga memiliki konteks tersendiri.
Berdasarkan profil resminya, Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (LPP) Ariyanti berada di bawah Yayasan Pendidikan Ariyanti yang didirikan pada 4 Desember 1968. Lembaga tersebut sejak awal diarahkan untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja dan mempersiapkan lulusan menghadapi dunia usaha.
Dalam program pendidikannya, LPP Ariyanti juga memiliki bidang Tata Boga, selain program seperti perhotelan dan administrasi perkantoran.
Jejak tersebut membuat kegiatan pelatihan catering di LPP Ariyanti sejalan dengan pengalaman lembaga dalam pendidikan dan pelatihan keterampilan bidang boga.
Pelatihan kerja menjadi perhatian pemerintah
Secara lebih luas, penguatan keterampilan tenaga kerja memang menjadi salah satu bagian dari kebijakan pelatihan vokasi pada 2026.
BBPVP Bandung, misalnya, menyebut program pelatihan tahun 2026 diarahkan untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing sumber daya manusia melalui pelatihan berbasis kompetensi dan pembelajaran berbasis proyek.
BBPVP Bandung juga membuka skema Tailor Made Training, yaitu pelatihan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan kompetensi dunia usaha, industri maupun masyarakat.
Dalam konteks Kota Bandung, Bidang Pelatihan dan Produktivitas Dinas Ketenagakerjaan memiliki fungsi antara lain mengoordinasikan kebijakan, pelaksanaan, evaluasi dan pelaporan di bidang pelatihan serta produktivitas kerja.
Karena itu, pelatihan catering yang diikuti 120 peserta tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan keterampilan, kebutuhan tenaga kerja dan peluang usaha.
Ishviastuti menilai program semacam ini perlu dipertahankan sekaligus diperbaiki agar manfaatnya semakin terasa bagi masyarakat.
Bagi 120 peserta, ukuran keberhasilan pelatihan pada akhirnya bukan hanya sertifikat atau selesainya kegiatan selama 10 hari, tetapi sejauh mana keterampilan yang diperoleh benar-benar berubah menjadi pekerjaan, usaha, dan sumber penghasilan baru bagi keluarga. ***



Posting Komentar